Deskripsi Singkat

Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan, seperti penghayatan terhadap Ideologi Pancasila, praktik demokrasi, dan penghormatan hak asasi manusia (HAM). Namun, metode pembelajaran konvensional sering kali kurang menarik bagi mahasiswa, sehingga pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan tidak optimal.

Untuk menjawab tantangan ini, dikembangkan media pembelajaran interaktif berbasis H5P Branching Scenario dengan pendekatan Problem Based Learning (PBL). H5P Branching Scenario memungkinkan mahasiswa belajar melalui jalur bercabang yang menghadirkan studi kasus nyata, misalnya tentang Pemilu, politik uang, hoaks, dan partisipasi warga negara. Mahasiswa dihadapkan pada berbagai pilihan keputusan, dan setiap pilihan membawa konsekuensi berbeda sesuai dengan nilai kebangsaan yang diterapkan.

Pendekatan Problem Based Learning (PBL) dipadukan untuk mendorong mahasiswa menganalisis masalah otentik, berdiskusi, dan menemukan solusi yang sesuai dengan prinsip demokrasi dan nilai Pancasila. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga menumbuhkan sikap kritis, tanggung jawab, serta komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan.

Melalui penerapan H5P Branching Scenario berbasis PBL, mahasiswa diharapkan:

  1. Meningkatkan pemahaman kognitif terhadap konsep Pancasila, demokrasi, dan HAM.

  2. Menginternalisasi sikap kebangsaan, seperti kejujuran, partisipasi aktif, dan penghargaan terhadap perbedaan.

  3. Mampu mengaitkan teori dengan praktik nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Produk ini tidak hanya memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif, tetapi juga menjadi inovasi dalam pendidikan kewarganegaraan yang relevan dengan era digital.